PWM Sumatera Barat - Persyarikatan Muhammadiyah

 PWM Sumatera Barat
.: Home > Artikel

Homepage

Sekularisme itu Bukan Islam

.: Home > Artikel > PWM
06 Januari 2016 10:38 WIB
Dibaca: 1503
Penulis : Dr. H. Shofwan Karim Elhussein, MA

Oleh Shofwan Karim

Di tengah suhu udara minus 24 ‘C, kami mencari gedung Birks. Sesuai janji dengan Prof. DR. Armando Salvatores, di situ kami bertemu dan diskusi.

Rabu lalu, (18/2) selesai sesi kerja CWY, sebelum naik bus Greyhound ke Ottawa, kami terseok-seok di tengah salju tebal kampus dalam kedinginan menusuk tulang.

Armando keluar dan persilahkan kami masuk ruangan guru gesar tempatnya sehari-hari bekerja. Ukuran luasnya terasa memadai dengan rak-rak buku dan file yang rapi.

Kursi dan meja kerja pribadi, meja dengan kursi diskusi, computer, printer, serta kursi sofa tamu empuk dengan meja segi empat seperti ruangan vip. Di situ Armando memunyai asisten tetap 1 orang.

Sesuai janji, langsung diberikannya sebuah buku buah karya bersama sebagai editor Muhammad Masud, Armando Salvatore dan Martin van Bruinessen. Judul buku itu adalah Islam dan Modernity (Islam dan Kemoderenan).

Peminat tinggi 

Di Universitas McGill ini ada belasan fakultas dan puluhan program studi. Di antaranya ada fakultas studi-studi agama. Di fakultas ini dipelajari berbagai agama di dalam kajian tekstual dan kontekstual.

Dikaji agama-agama itu dalam pemahaman konsep, ajaran aslinya dan praktik aplikasi dalam kehidupan pribadi dan etnis serta sosial kemasyarakatan dari pemeluknya di dunia.

Antropologi dan sosiologi agama merupakan repleksi dari ajaran teologi masing-masing agama dalam kehidupan nyata.

Studi agama Islam, mendapat tempat khusus. Pada awalnya bergabung di fakultas studi-studi agama ini sejak diluncurkan 1953.

Belakangan berdiri sendiri menjadi Institut Studi Islam Universitas McGill (McGill University Institute of Islamic Studies).

Sejak 1970-an sampai sekarang kerjasama institut ini dengan direktorat perguruan tinggi kementerian agama terus berlangsung.

Di antaranya dosen yang mengambil S2 dan S3 studi Islam dan tukar progfesor tamu. Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, pernah menjadi profesor tamu di institut ini.

Kembali ke soal kuliah agama, uniknya menurut Armando, studi agama untuk mata kuliah pengantar diletakkan sebagai mata kuliah pilihan bagi seluruh fakultas dan prodi selain dari fakultas studi agama-agama itu.

 

Maka mahasiswa sipil, science, teknik, informasi, matematika, kedokteran, kesehatan, farmasi, kimis, fisika, hukum, politik, ilmu-ilmu sosial, ekonomi dan seterusnya dapat memilih mata kuliah ini.

 

Mereka dapat mengambil mata kuliah ini sebagai pilihan yang dihitung angka kreditnya.

Ternyata banyak sekali bahkan sebagian besar mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan ini. Sesuatu yang menakjubkan di kampus modern, peminatnya sangat tinggi, katanya.

 

Sekularisme bukan Islam

Paham pemisahan agama dengan kehidupan, apalagi pemisahan urusan agama dan negara, tidak ada di dalam Islam. Begitu pemahaman saya, kata Prof. Armando.

 

Pada abad ke-16 dan 17, munculnya pemisahan itu hanya kemauan dari pihak tertentu di Eropa. Berbilang bangsa Eropa menjajah bangsa-bangsa Muslim. Maka paham itu masuk ke negeri-negeri Muslim.

 

Padahal sejak kelahirannya, Islam itu konsisten menjalankan urusan dunia dan akhirat, pribadi dan komunitas, di rumah, luar rumah atau ruangan public, syariat dan negara dalam satu nafas.

 

Bila terjadi pergesekan, itu karena sudah masuknya aura politik, kekuasaan dan ketidak sepahaman di dalam makna Islam yang orisinal dalam konteks kemoderenan.



Author : http://www.phpmu.com/


http://www.shofwankarim.com/berita-sekularisme-itu-bukan-islam.html#ixzz3wQnkt0BU


Tags: PWM , Sumbar
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori :

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website